MUSYRIK

Oleh : Fauzan Abu Fathiyyah 

(MUSYRIK adalah sebutan bagi orang yang menyekutukan Allah dalam ibadah)
Hanya satu kata, tapi tidak seorangpun dari ummat Islam yang rela dituduh sebagai seorang MUSYRIK.

Tapi, begitu banyak praktek kesyirikan yang secara sadar atau tidak dilakukannya.
Dahulu, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memerangi orang-orang Musyrik. Dan derajat musyrik adalah sama dengan Kafir.
Orang Musyrik mengakui bahwa Allah satu satunya zat yang menciptakan, mengatur alam semesta, dan berkehendak sesuai dengan yang ia kehendaki.

Walaupun begitu, Orang Musyrik tidak mau berhenti menyembah (berdo'a, memohon, beribadah) kepada sesembahan yang mereka anggap sebagai perantara antara mereka dan Allah.
Saat ini, betapa banyak orang melakukan kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya. Biasanya mereka akan memerangi balik orang yang mengingatkan mereka untuk berhenti melakukan kesyirikan. Percis seperti sifat kaum Quraisy yang menentang dakwah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Dakwah tauhid merupakan dakwah para Rasul. Sejak Rasul pertama dari Ulul Azmi yaitu Nuh Alaihissalam hingga Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang didakwahkan adalah Tauhid yaitu agar mengEsakan Allah.

Beribadah hanya kepada Allah. Tidak kepada mahluk. Bersyukur atas rezeki berupa padi, sawit ataupun ikan yang melimpah BUKAN DENGAN KENDURI LAUT dengan mempersembahkan KEPALA KERBAU dihanyutkan ke Laut. Ini merupakan syirik akbar yang tak ada ampunan dari Allah bagi yang melakukannya jika tidak bertaubat sebelum meninggal.

Cara bersyukur menurut Imam Ibnu Qayyim ada 3 cara :
1. Mengakui di dalam hati bahwa nikmat yang didapatkan berasal dari Allah semata
2. Mengucapkan dengan lisan kalimat syukur berupa Alhamdulillah
3. Memanfaatkan rezeki dan nikmat yang diberikan sesuai dengan syariat Allah

Semoga Allah memberikan kita hidayah tauhid dan aqidah yang benar dalam mengarungi kehidupan fana untuk menuju satu titik kehidupan abadi di akhirat kelak dengan menjadi Ahlul Jannah.

Komentar