Political Cafe, Generasi Muda, dan Rekomendasi Kebijakan




Saat ini, saya sedang menjelajahi sebuah karya dari seorang pakar kebijakan publik, Dr Riant Nugroho. Dalam bukunya yang berjudul "Public Policy" halaman 86, beliau menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Belanda dan mengikuti sebuah forum keren yang bernama "Political Cafe".

Political Cafe adalah sebuah acara yang diselenggarakan rutin setiap bulan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mitra kerja Dr Riant yang bernama Both-End.

Acara ini menghadirkan anggotar DPR, Wakil Perdana Menteri, pakar, dan Wakil Masyarakat. Berbagai topik diskusi dibahas dalam forum tersebut, tentunya yang paling utamanya adalah berkaitan dengan kebijakan Belanda di negara berkembang. 

Kata Dr Riant, diskusi yang ia ikuti itu berjalan cukup tajam, kritis, dan produktif, serta menghasilkan rekomendasi kepada pemerintah yang dengan serius dicatat oleh Wakil Perdana Menteri dan Anggota Parlemen yang hadir. 

Beliau kemudian menyoroti bagaimana perkembangan peran sebuah LSS di negara berkembang yang dominan dikuasai oleh elite pembuat kebijakan sehingga LSM tersebut beliau istilahkan dengan sebutan "Corong Pembenar". Waduh! Kadang iya juga mungkin ya.

Beliau melanjutkan ceritanya, bahwa jika pun ada LSM yang kritis, mereka akan dibungkam, atau pemerintah setempat berpura-pura tuli terhadap kritikannya. 

***

Refleksi dari hal positif yang dapat diambil dari cerita Dr Riant, dalam konteks daerah, saya pun berimajinasi jika saja di daerah tempat saya berasal - yang kini mulai banyak generasi mudanya aktif pada LSM/media massa, sebagai entrepreneur yang juga perhatian terhadap perkembangan kebijakan publik di daerah tersebut, ada pula yang telah memiliki podcast yang kadang kala mengangkat isu kebijakan setempat - mereka semuanya kiranya dapat sepakat untuk mengadakan/membuat "Political Cafe".

Menghadirkan Bupati/Wakil (saat ini Pj Bupati), DPRD/DPRK, pakar/akademisi/praktisi, perwakilan masyarakat, atau bahkan mengundang narasumber dari provinsi atau pusat. Kemudian rekomendasi hasil diskusi itu dikawal dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada sebagai fungsi kontrol, CUSS!!! tentu akan terjadi perubahan signifikan dari kebijakan-kebijakan setempat. Insyaa Allah. 

Baik dari aspek tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan, hingga isu-isu sosial, budaya dan perekonomian masyarakat setempat. 

Semoga saja ya. 

Ciputat, 8 April 2023

Komentar