Kisah Juni 2024

Nak, ayah ingin sering-sering membuat tulisan tentang kalian. 


Kini, di pertengahan tahun 2024, Fathiyyah sudah berumur mendekati 7 tahun dan insyaa Allah akan diwisuda TK 11 hari lagi. Sedangkan Adzkiya, sudah 4 tahun dan banyak sekali perkembangannya. Sudah 'mantik' sekali berbicara dan sudah mengerti nasehat ayah dan umma.


Alhamdulillah, fathiyyah sudah pandai membaca Al-Qur'an, serta membaca dan menulis tulisan latin. Adzkiya pun sudah mulai mengetahui bacaan Iqra, abjad, aksara, dan memahami warna.


Hobi kalian saat ini adalah berenang, beli jajan di Indomaret, dan beli mainan (apapun jenis mainannya). Kala keinginan kalian akan dikabulkan untuk beli mainan atau jajan, Ayah dan Umma sering tanya:


"Mau beli mainan/jajan apa nak?"


"Nanti kakak/adek pilih". Itu adalah template jawaban kakak yang diadopsi adek. 


Nak, Ayah dan Umma sangat bersyukur atas kesehatan dan tumbuh kembang kalian. 


Diantara hal yang paling ayah dan umma syukuri juga adalah antusiasme kalian jika diajak pergi ke kajian. Dulu, mulanya, bagi kalian kajian itu ya buat mainan lari-larian dan kadang bikin ribut. Tapi sekarang, alhamdulillah, kalian sudah bisa tertib saat hadir di kajian. Maasyaa Allah.


Ohya, waktu kita ke kajian Ust Nuzul Dzikri di Masjid Nurul Iman. Ada kejadian lucu loh.


Waktu itu kalian ikut di shaf akhwat bersama umma, dan kajian pun berlangsung. Tapi, umma saat itu ingin ke toilet. Maghrib pun tiba. Saat umma ingin masuk shaf, eh ternyata sudah penuh, full. 


Kakak pun berlinangan air mata. Sementara adek kebingungan. Kakak nangis bukan karena takut ditinggal. Ternyata, Kakak nangis karena takut umma tersesat. Hehe


Umma pun menunggu hingga salat selesai, baru kalian bisa berjumpa umma dengan tangisan haru seperti 1 tahun tak pernah berjumpa.


***


Nak, Meski pun kehidupan kita tidak mewah, tapi kalian selalu saja bisa beradaptasi dengan keadaan. Bagaimana tidak, sejak awal kita tinggal si Singkil. Lalu kemudian ke Jogja, ke Singkil lagi, dan kini di Ibukota. 


Tentu saja, kalian harus beradaptasi dengan lingkungan, dengan teman-teman dan dengan cuaca yang ada. Jauh dari Uci, Angku, Nekmi, dan Nekbu.


Ayah sering terharu. Kalau pulang kampung, kalian sangat senang. Berjumpa dengan sepupu-sepupu kalian dan sanak saudara kita yang ada di Pulau Banyak dan Subulussalam.


Beberapa waktu telah berlalu dari momen pulang kampung, nak. Kini kita melanjutkan kehidupan di Ibukota. Dan Alhamdulillah, kini bersama kita ada Ayauncu. Terima kasih ya nak, kalian sangat menyayangi Ayauncu.  


Insyaa Allah, sebentar lagi, Fathiyyah akan masuk SD dan Adzkiya juga akan masuk TK. Semoga Ayah dan Umma mampu memberikan pendidikan dan pengasuhan terbaik kepada kalian ya sayang.


Wallahu Mustaan.

Komentar