Allah is Loving You, sir!

 "Allah Taala sangat sayang Bapak, buktinya Allah titipkan virus ini ke tubuh Bapak".

Kalimat ini saya sampaikan kepada Pimpinan saya yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab.

"Benar sekali zan, ini semua atas kehendak Allah. Saya Ridha dan bertekad untuk ikhtiar semaksimal mungkin" responnya.

Adapun saya dan rekan-rekan kerja yang sehari-hari berada dekat secara fisik dengan beliau, oleh tim medis disarankan untuk melaksanakan karantina mandiri di kediaman pimpinan kami sembari menunggu petunjuk medis selanjutnya.

Hal ini dimaksudkan agar memastikan kami benar-benar steril dari wabah dan aman untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

***

Kasih sayang Allah begitu besar kepada hambaNya yang sedang terjangkit penyakit apapun itu. Termasuk wabah Corona ini.

Sakit itu adalah jalan menuju kematian. Tidak ada yang dapat memungkiri itu. Sakit juga menjadi sebab terbesar dari kematian seseorang. 

Fakta yang kita sadari berkaitan dengan perkembangan Covid-19 ini tentu saja yang paling ditakuti adalah kematian. 

Hari ini saja berdasarkan sumber yang saya kutip dari situs Covid19.go.id menyatakan bahwa jumlah kematian di Indonesia sudah hampir mencapai enam ribu orang (5.930 jiwa) , dengan jumlah konfirmasi positif sebanyak 130 ribu orang.

Adapun secara keseluruhan di dunia dengan kasus kematian mencapai angka hampir 700 ribu (680.894 jiwa) dari jumlah konfirmasi positif sebanyak 17 Juta (17.660.523 jiwa).

Kembali ke bahasan spiritual, bahwa adalah suatu bencana yang amat besar ketika kematian seseorang dengan cara mendadak  dengan dosa yang menggunung.

Sebaliknya, bahwa merupakan suatu anugerah terbesar ketika kita menyadari bahwa kita sedang berada di suatu titik menuju kematian dengan level akurasi yang tinggi. Kenapa demikian? 

Tentu, dengan mengetahui dan menyadari rel yang sedang kita lalui ini sangat dekat kepada maut maka artinya kita sedang diberi kesempatan emas untuk memperbaiki diri, bertaubat dan memohon ampun atas keanekaragaman klaster dosa yang telah kita torehkan dalam sejarah kelam kehidupan kita.

Virus ini sangatlah ganas dan mematikan, itu sudah pasti. Ketika Covid-19 ini menggerogoti tubuh ini -nas'alullah al'afiah- maka tanda kematian semakin jelas. 

Namun, seorang yang memiliki keimanan yang kokoh tentu akan mengembalikan semuanya kepada ketetatapan-Nya (Baca : Takdir). Tanpa berhenti melakukan ikhtiar menuju kesembuhan, pastinya.

Maka pertanyaannya kemudian adalah mau mati mendadak atau menjalani proses pertanda ajal telah dekat? 

Semoga Allah beri kesembuhan dan keselamatan untuk kita semua. Aamiin


Singkil, 22 Dzulhijjah 1441 H

Fauzan Hidayat  



Komentar