Literasi Qur'ani dan Puisi Pertama




Menjadi ahli Al-qur'an adalah impian setiap orang tua muslim khususnya terhadap anak-anaknya. Mengetahui anak-anaknya mampu membaca, memahami, mentadaburi, mengamalkan, bahkan menghapalkan Al-quran adalah kenikmatan yang sungguh sangat besar sebagai karunia Allah Taala bagi setiap orang tua.

Fathiyah, Alhamdulillah, kini kamu sudah mulai mampu membaca kata demi kata kandungan Alquran. Saat Ayah menuliskan kisah perkembanganmu dan adekmu ini, kamu sudah beranjak ke pertengahan iqra 5. Sudah bisa hapal dengan baik ayat kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas, serta seperempat Surah An-Naba.

Dan kamu Adzkiya, beberapa potongan ayat Al-quran sudah bisa kamu hafal meski masih terbata dengan lucunya sesuai umurmu yang belum lengkap 3 tahun. Bahkan semua ayat-ayat yang dihapalkan oleh kakakmu bisa kamu ikuti meski hanya ujung-ujungnya. Kami sangat bersyukur, nak. Alhamdulillah.

Ada dua ayat yang kamu kuasai saat ini, yaitu:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 

عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ

dan للّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّومُ


Alhamdulillah, Tabarakallah. 

Ohya, kakak, malam ini kamu sudah pandai membaca puisi. Ayah, Umma, dan Dek Adzkiya sangat senang mendengarkan kakak membaca puisi. Ayah mencatat dengan baik puisimu, nak. Judulnya, "Bulan".

Bulan 

Bulan di Malam gelap

Cahayamu berkilauan

Untuk menerangi gelapnya malam 

Kami gembira bersama kawan

Main sembunyi dan berkejaran

Semoga Allah menjaga kalian, memberi karunia berupa adab yang tinggi dan ilmu yang bermanfaat. Dan juga bagi seluruh anak-anak muslimin dan muslimat. 

Semoga tulisan ini kelak dapat menjadi penghibur, penyemangat, dan pengingat bagi kalian anak-anak Ayah dan Umma. Wallahu A'lam

Komentar