Peran Bijak si-Kakak dan Do'a si-Adek yang Konsisten




Fathiyyah, hal yang paling Ayah dan Umma salut saat ini di umurmu yang baru menginjak lima tahun lebih adalah kewibawaan dan kasih sayangmu terhadap adekmu Adzkia.

Bagaimana tidak, kamu sekarang sering menawarkan diri untuk menggantikan peran Umma untuk mengurus adekmu. Membujuk adek tatkala ia sedih dan lagi gak stabil emosinya (hehe), menyuapkan makanan -meskipun kamu masih disuapin juga-, mengganti pakaian, bahkan kamu pun sudah bisa mencuci kotoran adek dan mengganti popoknya. 

Semua tanpa ada suruhan Ayah ataupun Umma, kamu sendiri yang menawarkan bantuan. Mulanya, kami ragu, tapi setelah kami memberikan kepercayaan itu kepadamu, ternyata kamu sanggup melakukannya dengan sangat baik, good job my little princess!

Hobimu dan adekmu kini adalah membaca dan menulis. Luar biasa! Alhamdulillah!

Teringat Ayah seorang ulama pernah berkata:

"Biasakanlah untuk menyiapkan alat tulis dan buku tulis untuk anakmu, khususnya saat melakukan perjalanan/safar, dan perintahkan mereka untuk menuliskan apa saja yang mereka lihat dan rasakan kemudian jadikanlah hal itu menjadi kebiasaan".

***

Adzkiya, saat ayah menulis kisah ini, kamu sedang memeluk ayah dengan teriakan tangis.

"Ayah! Ayah! Mau baju OOL".

Itu adalah dresscode yang kamu inginkan untuk menuju tempat tidurmu. Tapi baju itu sedang dicuci. Umma-mu kemudian berusaha mengecek kembali baju-bajumu, eh ternyata belum dicuci, dan betapa bahagianya dirimu.

Kamu tau?

Setiap kamu mengikuti Ayah atau Umma salat, kamu selalu berdo'a dengan kalimat yang sama.

"Ya Allah, semoga adek punya mobil, aamiin".

Dan kakakmu selalu ikut meng-aminkan.

Semoga Allah mengijabah, nak. Saat ini, Ayah belum dapat memenuhinya, karena Ayah masih dengan prinsip "bergaya sesuai isi dompet". Tapi sebenarnya, doa Ayah dan Umma pun sama dengan yang kamu panjatkan. Semoga Allah mudahkan rezeki kita dan Allah kabulkan do'a-do'a kita ya nak. Aamiin



                                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar