Nak, Menulislah!





Ayah pernah mendengar seorang Guru berkata tentang bagian dari parenting:


"Ajarkanlah anak-anak kalian menulis sejak kecil. Disitu kemampuan literasinya akan berkembang jauh lebih pesat. Cukup dengan memberikan mereka buku tulis dan pensil, tuliskan apa saja yang ada dalam fikiran anak-anak tersebut".

Alhamdulillah, kakak dan adek sangat menyukai aktivitas menulis. Ayah dan Umma sangat senang dan siap menyediakan segala hal yang kalian butuhkan untuk mengembangkan kualitas kalian, nak!

Seorang bijak pernah berkata

"3 hal yang tidak perlu kita perhitungan berapa rupiah yang kita rogoh, yaitu: pendidikan, kesehatan, dan makanan".

Karenanya, ini adalah buku diari khusus pertama untuk kakak dan adek. Silahkan tuliskan apa saja nak! 

Diari itu adalah isi hati. Tulis mimpimu, tulis aktivitasmu, tulis hal-hal yang kau inginkan disitu nak, serta tuliskan doamu nak.

Tuliskan seperti apa dirimu yang kau kehendaki dalam 5, 10, dan 20 tahun yang akan datang. Tapi jangan lupa, akhir dari segalanya adalah husnul khotimah. Maka tulislah peta jalan hidupmu.

Dulu, saat ayah berumur 17 - 19 tahun, Guru ayah pernah mengajarkan untuk menuliskan "the future map"; peta masa depan. Dan saat ini, Alhamdulillah beberapa mimpi itu telah dijawab oleh Allah Ta’ala.

¤¤¤

Diantara aktivitas harian orang-orang sukses adalah mereka melakukan "journaling" di pagi hari; menulis diari.

Kakak sudah bisa menulis dan mengarang apa yang ada salam pikirannya. Dan adek sudah mampu memvisualusasikan apa saja yang ia bayangkan.

Di foto itu, kakak menulis pengalaman yang baru saja berlalu. Basah kuyup karena hujan di tengah jalan saat berkendara bertempat. Sedangkan adek menuliskan hewan landak yang banyak durinya. Maasyaa Allah Tabarakallah!

Semoga kalian kelak menjadi penulis, nak! Penulis yang dapat memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak khususnya bagi agama, nusa, dan bangsa.

Komentar